Home > Uncategorized > Doa Sang Pengendara Sepeda Motor

Doa Sang Pengendara Sepeda Motor

Menjelang ashar, langit berangsur-angsur gelap, padahal sebelumnya cuaca agak panas hingga es kelapa muda dua gelas ludes, dan pastinya kekenyangan. *Gluk, ada yang ngiller ya?, :D*.

Laju motor yang santai karena kekenyangan, tiba-tiba mendadak harus di balap, kecepatannya ditambah seolah ingin menangkap angin tak ayal ternyata harus buang angin. Kemudian ada teriakan sumpah serapah. “Oee…pelan-pelan Sial!!!”.

Untunglah sang pengendara salah dengar, dikiranya teriakan itu berbunyi “Oeee sayang, I Love you”, berhubung karena laki-laki yg berteriak, maka sang pengendara yang juga laki-laki tidak mau singgah. Andaikan perempuan, pasti ia behenti sejenak meski hujan sudah turun, tapi itu tak mungkin.:D

Sang pengendara menatap langit sekali lagi, laju motornya makin menukik, meski ada truk gede tetap saja mencari lowong untuk bisa melambung. berangkali nyawa sudah dihiraukannya, logikannya seperti tidak bekerja, pilih mana? nyawa atau tetap basah?.

Namun ia sebenarnya tahu, maka dari itu ia berdoa, “Ya Tuhan, tahanlah dulu air-mu yang hendak engkau tumpahkan di belahan bumi ini, tunggulah hingga ane tiba di tujuan sehingga bisa berteduh. Ya Tuhan, kamu pasti perkasa, tidak bisa dipungkiri itu, ane mengaku sangat lemah hingga cucian yang numpuk tak mampu membereskannya cepat, walau ada tukang Laundry namun sabunnya makin licin tapi busa-nya kurang. Ya Tuhan, bagaimana ini?. please ya…jangan biarkan ane basah…ah…ah…” *kalimat terakhir seperti bernada nan bergema yang agak gimana gitu, mungkin seperti ini, “Ohh…”. πŸ˜€

Andai sang pengendara motor itu tahu bahwa basah itu anugerah maka doanya pasti begini : “Ya Tuhan, air ini adalah anugerah, rintiknya seperti mengenang kisah asmara yang pernah terjalin di bawah rintik-rintik yang terus bergemuruh, dan kami tak peduli tubuh basah, malah kami sangat menikmati ke-basah-an ini, Ya TUhan basuhlah, basahilah seisi bumi ini dan tentu saja basahilah jiwa-jiwa kami yang kering, tapi jangan sampai banjir ya?,” πŸ˜€ doa yang diplomatis berangkali ya?, πŸ˜€

Namun suara hati kecil sang pengendara berucap “Enak aja berdoa minta menangguhkan hujan, entar kalau kemarau gimana?, bisa ngak hidup?, kalau hujan mau turun ya turun, kalau hujan agar tidak basahΒ  ya berteduh dong, gitu aja repot”

Dan sang pengendara kini tiba di tempat yang ditujunya, namun ban motornya kempes “Sial…!!! kerjaan lagi nih”, dasar ngak ada syukurnya, sudah selamat dari basah kuyup, malah mengeluh lagi. πŸ˜€

Well, jika berdoa, mintalah yang wajar-wajar sesuai degan usaha, jadi kalau minta bulan, yaahh…dipikir-pikir dulu, bulannya mau diapain?, khan mending bernyanyi saja seperti ini “Ambilkan bulanku, Ambilkan bulanku…..”. πŸ˜€

Advertisements
Categories: Uncategorized
  1. December 15, 2011 at 10:08 am

    antara bersyukur dan mengeluh trkadang seseorang tdk bs membdakan..ktka ia mengatakan bersyukur di sisi lain hal2 kcil mrka keluhkan..

    Jadi mari bersyukur, sesyukur-syukurnya, kalau perlu mari kita nyanyikan lagu “Syukur”, πŸ˜€

  2. December 15, 2011 at 2:38 pm

    wew,
    kalau aku harus berdoa apa ya…. πŸ˜€

    Bisa berdoa jatuhkan emas dari langit, agar bisa berkebun emas. πŸ˜€

  3. December 17, 2011 at 5:32 pm

    kalau postingan ini dibaca pas bawa motor gimana ya? sungguh imajinatif.. πŸ™‚

    • Daeng Oprek
      December 18, 2011 at 4:40 pm

      Hahaha, sebenarnya sang pengendara ini hanya mendengar banyak orang mengeluh karena basah akibat hujan, jadi sang pengendara berpikir, baru hujan, untung bukan linggis atau hujan batu. :D, makasih udah mampir

      • December 19, 2011 at 3:37 am

        Kalau yang turun batangan emas gimana ya? πŸ™‚

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: